logo
header-add

“INSTANSI HARUS MEMILIKI “POTRET” PENILAIAN KOMPETENSI UNTUK PENGEMBANGAN KARIER ASN”


  Hits (91)    Waktu : 26-03-2021 - 12:27:07   

“INSTANSI HARUS MEMILIKI “POTRET” PENILAIAN KOMPETENSI UNTUK PENGEMBANGAN KARIER ASN”

Banjarbaru – Humas BKN, Direktorat Jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Kepegawaian Negara (BKN) selenggarakan workshop dengan tema “Penyusunan Rencana Pengembangan Karier Pegawai Negeri Sipil (PNS)” di lingkup instansi pemerintah daerah wilayah kerja Kantor Regional (Kanreg) VIII BKN Banjarmasin pada Jumat (26/03/2021). Acara yang berlangsung di Aula Junjung Buih ini menghadirkan Koordinator Penyusunan Rencana Pengembangan Karier PNS, J Irawan Darmanto, dan Sub Koordinator Pembimbingan dan Fasilitasi Penyusunan Rencana Pengembangan Karier PNS Instansi Pusat dan Daerah, Marheni Diah, sebagai narasumber dan dihadiri 46 peserta dari BKD / BKPP / BKPSDM di wilayah kerja Kanreg VIII BKN.  

Hadir membuka kegiatan, Deputi Pengembangan Manajemen Kepegawaian, Haryomo Dwi Putranto didampingi oleh Plt Direktur Jabatan ASN BKN, Herman, sekaligus sebagai ketua pelaksana kegiatan ini. Menurut Haryomo, pengembangan karier, pengembangan kompetensi, pola karier, mutasi, dan promosi merupakan manajemen karier PNS yang harus dilakukan dengan menerapkan prinsip sistem merit. “Harapan ke depan agar setiap instansi sudah menerapkan manajemen karier PNS untuk memangkas proses yang selama ini berbelit-belit dan lakukan pemotretan kompetensi PNS melalui metode assessment sehingga dapat mengurangi unsur subjektivitas,” ungkapnya.

Rencana pengembangan karier disusun untuk jangka waktu 5 tahun yang terdiri dari rencana PNS yang akan dikembangkan kariernya, penempatan PNS sesuai dengan pola karier, bentuk pengembangan karier, waktu pelaksanaan dan prosedur dan mekanisme pengisian jabatan. Selain itu pengembangan karier PNS dilakukan dengan mempertimbangkan integritas dan moralitas.

Tujuan dari manajemen karier ini adalah untuk memberikan kejelasan dan kepastian karier PNS sehingga tercipta kesesuaian antara pengembangan karier dengan kebutuhan instansi sekaligus untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja PNS. “Pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pengembangan karier tentunya akan kami lakukan untuk menjamin ketepatan pengisian dan penempatan PNS dalam jabatan di tingkat instansi dan tingkat nasional yang hasilnya akan dimasukkan ke dalam Sistem Informasi ASN,” jelas Haryomo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kanreg VIII BKN, A Darmuji, dan memberikan sambutannya. “Diharapkan kepada seluruh perwakilan instansi yang hadir dapat langsung menerapkan hasil dari kegiatan workshop ini di instansi masing-masing. Implementasikan secara optimal, kondusif, dan transparan dalam mewujudkan rencana pengembangan karir PNS,” tutup Darmuji. Gia