logo
header-add

KANREG VIII BKN ADAKAN COFFEE MORNING TERKAIT PEMBINAAN PENGELOLAAN DATA DAN TATA NASKAH KEPEGAWAIAN


  Hits (342)    Waktu : 22-03-2021 - 11:46:05   

KANREG VIII BKN ADAKAN COFFEE MORNING TERKAIT PEMBINAAN PENGELOLAAN DATA DAN TATA NASKAH KEPEGAWAIAN

 

Banjarmasin-Humas BKN, Kantor Regional (Kanreg) VIII BKN, Banjarmasin adakan kegiatan Coffee Morning terkait Pembinaan Pengelolaan Data dan Tata Naskah Kepegawaian pada Senin 22 Maret 2021. Acara yang digelar secara daring tersebut dibuka oleh Kepala Kanreg VIII BKN Banjarmasin A Darmuji, dan dihadiri oleh Kepala Bidang Informasi Kepegawaian Ari Budiarso, para Subkoordinator sebagai pemateri antara lain Dian Susanti, Nur Muhamad Ilyas, Dwi Margarita Kusuma, dan Noor Afiat, serta diikuti seluruh perwakilan BKD / BKPSDM / BKPP di wilayah kerja Kanreg VIII BKN.

Kepala Kanreg VIII BKN dalam sambutannya mengarahkan agar Kanreg melakukan berbagai pembinaan, sosialisasi, informasi, dan fasilitasi demi terwujudnya satu data Aparatur Sipil Negara (ASN). “Satu data menjadi akuntabel jika sesuai dengan ketentuan undang-undang dan tentunya hal ini menjadi penting bagi kita untuk memberikan pelayanan dengan satu data satu informasi.”

Saat ini permasalahan yang timbul adalah masih terdapat perbedaan data pada aplikasi SAPK dan Docu Digital sehingga salah satunya menyebabkan berkas usul menjadi status btl (berkas tidak lengkap). Untuk itu BKN telah menyiapkan langkah-langkah terkait yaitu melakukan rekonsiliasi data yang wajib dilakukan oleh para Jabatan Pimpinan Tinggi pada masing-masing instansi, validasi oleh admin instansi tentunya dengan terus berkoordinasi dengan Kanreg, dan update data secara mandiri yang nantinya akan dilakukan oleh setiap ASN. Dalam hal ini BKN siap untuk berkerjasama dengan instansi terkait update data guna melengkapi tata naskah karena sudah merupakan kewajiban bagi tiap instansi untuk melengkapi data-data tersebut.

Kedepannya Kanreg VIII BKN berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan diluar pelayanan mutasi dan pensiun demi menuju pelayanan berbasis digital. Hal ini diharapkan memberikan kemudahan bagi tiap instansi agar tidak lagi harus datang ke Kanreg untuk penyerahan berkas usul akan tetapi sudah dapat diakomodir melalui sistem aplikasi dan tentunya menjadi efisien. Gia