logo
header-add

ZONA INTEGRITAS HANTARKAN ASN KE GERBANG PROFESIONALITAS BERMARTABAT


  Hits (41)    Waktu : 22-03-2021 - 10:56:32   

ZONA INTEGRITAS HANTARKAN ASN KE GERBANG PROFESIONALITAS BERMARTABAT

 

Banjarmasin – Humas BKN, Jumat 19 Maret 2021 Badan Kepegawaian Negara (BKN) melakukan kegiatan Sosialisasi Penilaian Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dengan menghadirkan narasumber dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara – Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) yaitu Bapak Ronald Andrea Annas selaku Asisten Deputi Koordinasi Pelaksana Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabitilas Aparatur, dan Pengawasan I dan Ibu Nararia Hastutiningtyas selaku Analis Kebijakan Pertama Kemenpan RB. Turut hadir sekaligus membuka acara Sekretaris Utama BKN Imas Sukmariah dan Plt Inspektur BKN Andi Anto selaku ketua pelaksana.

Dalam laporannya Andi Anto menyatakan bahwa tim penilai harus bersifat objektif agar hasil penilaian tidak jauh berbeda dengan hasil tim penilaian oleh pihak external. Sementara dalam sambutannya Imas Sukmariah menyatakan bahwa langkah-langkah untuk mewujudkan komitmen bersama Zona Integritas (ZI) bukan semata-mata tanggung jawab pimpinan namun merupakan kewajiban dan tanggung jawab seluruh pegawai. “Lakukan koordinasi komunikasi dengan Kemenpan-RB sehingga sesuai dengan ketentuan peraturan Kemenpan-RB agar Kantor-Kantor Regional lain yang sudah diusulkan dapat segera dievaluasi untuk dapat meraih predikat WBK/WBBM, karena sejatinya melalui Zona Integritas dapat menghantarkan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke gerbang profesionalitas bermartabat,” imbuhnya.

Pembangunan ZI sendiri merupakan miniatur  pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Indonesia yang bertujuan untuk membangun program RB sehingga mampu mengembangkan budaya kerja birokrasi yang anti korupsi, berkinerja tinggi, dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Terdapat 3 sasaran dalam ZI menurut Ronald Annas dalam paparannya yaitu Integritas, Pelayanan Publik Prima, dan Kapabilitas. Selain itu terdapat 7 kunci pembangunan ZI yaitu komitmen, program yang efektif, kapasitas internal, manajemen media dan pelanggan, anti kkn, dan pelayanan prima. Perbedaan antara WBK dan WBBM sendiri terletak pada tingkat kematangan implementasi perubahan, tingkat keberlanjutan perubahan dan tingkat kualitas pelayanan dan kinerja. Gia